Selasa, 06 November 2012

MENJAGA DAN MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP

MENGAPA KITA PERLU MENJAGA DAN MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP….???
Menurutku, sepatutnya dan memang harus kita jaga lingkungan ataupun melestarikannya.,.
karena alam ini adalah titipan yang maha kuasa, dialah yang menciptkan semuanya..
kita hanya bisa menikmati tapi tak bisa menjaganya,,,
Apa kata anak cucu kita jikalau Alam ini sudah hancur dan musnah!!
Mereka tidak bisa menikmatinya…

Oleh karena itu, mulailah dari diri kita untuk melestarikan alam ini, dgn hal paling kecil.. yaitu tdk membuang sampah.. kemudian ada beberapa tips dari saya…
Daur ulang sering-sering. Anda bisa menghemat 1200 kg karbondioksida per tahun hanya dengan mendaur ulang setengah sampah kertas Anda sehari.
Matikan alat elektronik TV, DVD, VCD, MP3, stereo, komputer, games dan alat elektronik lainnya ketika Anda tidak menggunakannya. Anda menghemat beribu-ribu kg karbondioksida per tahun.
mungkin sedkit tapi sangat bermanfaat…
SAVE EARTH SAVE ENERGY
Ingatlah, bahwa alam itu adalah ‘manusia’ (makhluk), dia mengetahui dan  merasakan apa yang telah diperbuat manusia terhadapnya. Ketika kebaikan itu kita berikan kepadanya, maka mereka juga akan memberikan kebaikan kepada kita. Akan tetapi lain, jika kita (manusia) berbuat kezhaliman padanya dan hal itu berjalan terus menerus dan bertahun-tahun, maka tentu ‘rasa sakit’ itu akan semakin mendalam. Sehingga menjadi kemarahan yang luar biasa, dan suatu saat akan menjadi bom waktu yang siap meledak. Boleh jadi apa yang sekarang dirasakan dan dialami bangsa kita merupakan puncak ‘kemarahan’ mereka, dan boleh jadi pula hal itu merupakan sebagian kecil dari awal kemarahannya.
Hutan yang tidak dijaga dan dipelihara dengan baik, maka akan mendatangkan bahaya yang cukup besar bagi kita, paling tidak bagi mereka yang tinggal di sekitarnya. Pembalakan liar, illegal logging, dan seterusnya merupakan perilaku yang merugikan, baik bagi alam, manusia maupun bagi negara. Banjir, tanah longsor dan musibah lainnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kezhaliman yang kita perbuat.
Hal tersebut pada akhirnya juga berimbas pada terganggunya ekosistem laut. Ekosistem laut yang seharusnya kita jaga demi keseimbangan alam, ternyata tidak bisa kita jaga, karena berbagai perilaku buruk yang telah kita lakukan. Berbagai pencurian terhadap kekayaan laut, transaksi terlarang yang dilakukan di atas atau di dalam laut dan lain se­bagainya, telah menjadikan laut yang pada awalnya menjadi teman yang penuh dengan kemesraan, berubah menjadi musuh yang menyeramkan. Ombak yang cukup tinggi, melalap habis apa saja yang ada di depannya.
Sebenarnya, langsung atau tidak langsung, alam (lingkungan) telah ‘marah’ kepada kita. Secara langsung, alam marah karena perbuatan buruk kita terhadapnya, dan kita tidak pernah berbuat baik kepadanya. Secara tidak langsung, alam marah karena dia terus menerus melihat dan menyaksikan perbuatan zhalim yang kita lakukan setiap hari, baik dalam hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Sehingga muncul dibenak ‘pikiran’ mereka: “Kok ada ya manusia seperti itu?”.
Di pihak lain, mungkin saja alam (lingkungan) telah membantu menyadarkan kita untuk kembali kepada jalan kebaikan, membantu kita untuk kembali kepada Tuhan. Ketika manusia telah diingatkan dengan cara baik-baik tetapi tidak kunjung kembali kepada Tuhan, akhirnya mereka mengingatkan manusia dengan kemarahan. Bahkan bisa jadi hal ini merupakan peringatan Tuhan, rasa kasih dan sayang Tuhan (rahman rahim-Nya) kepada kita semua untuk kembali mengingat-Nya, menjalin hubungan yang harmonis dengan-Nya maupun dengan semua makhluk-Nya.
Belajar, belajar dan belajarlah pada alam lingkungan, wahai manusia! Alam adalah guru yang tidak diam, dia selalu mengajari kita dengan berbagai fenomenanya. Akan tetapi, seringkali kita tidak mau tahu dan dengan sengaja mengesampingkannya. Padahal, kita ada dan hidup di dalamnya; mulai dari lahir, dewasa dan lalu mati tetap berada di dalamnya. Kalau demikian, berarti kita adalah anak manusia yang durhaka. Oleh karena itu, janganlah engkau lupa dengan rumahmu, alam ini, wahai manusia!.
Sebagai kalimat terakhir dalam tulisan ini, perlu ditegaskan bahwa perbuatan-perbuatan zhalim baik terhadap alam lingkungan maupun sesama manusia adalah merupakan dosa-dosa sosial. Dosa-dosa yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada Tuhan saja, tetapi juga kepada mereka (alam dan manusia). Zhahara al-fasadu fi al-barri wa al-bahri bima kasabat aydi al-nas (“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh ulah tangan [perbuatan zhalim] manusia”).
Insyaflah, sadarlah wahai manusia, berhentilah berbuat zhalim dan segeralah kembali kepada Tuhan, Allah Swt. dengan taubatan nashuha, karena sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog